Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama tersebut mengaku, kedatangannya ke KPU bersama Herman sengaja mengenakan batik khas Madura untuk mengingatkan masyarakat Madura tentang Pilkada 2008 bahwa jangan sampai diperdayai lagi, bahkan hingga tiga kali putaran. "Di samping itu, batik Madura adalah ciri khas dari para pelaku usaha. Di sana, UMKM-UMKM sangat kreatif dan produktif sebagai bentuk dari perkembangan dan kemajuan usaha di Madura," kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan tersebut. Sedangkan, Herman Sumawiredja mengaku kesediaannya mendampingi Khofifah terjadi dalam waktu yang belum lama. Ia menepis anggapan kesediaannya menjadi bacawagub karena kecewa pada Pilkada 2008.
"Sangat singkat waktunya, kurang lebih
beberapa hari lalu. Saya ditawari peluang mendampingi Ibu Khofifah,"
katanya. Saat ini, mantan Kapolda Jatim tersebut menjabat di posisi
Dewan Pengawas PDAM Surya Kota Surabaya. Sementara itu, Ketua KPU Jatim
Andry Dewanto mengaku menerima pendaftaran Khofifah dan Herman karena
partai pengusung telah melebihi dari batas suara yang disyaratkan
sebesar 15 persen. Ia memerinci PKB sebesar 12,26 persen, PKBP 1,48
persen, PKPI 0,87 persen, PPNUI 0,24 persen, Partai Kedaulatan 0,50
persen, dan PMB 0,20 persen. "Jika ditotal 15,55 persen, sehingga masuk
syarat pencalonan pasangan bakal calon gubernur dan wakilnya," kata dia.
(Unggul Tri Ratomo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar